Hadirku semoga bermakna

Selamat bergabung bersama Sang Pencerah

Rabu, 21 Maret 2012

Membaca Puisi dan Menulis Puisi

MEMBACA DAN MENULIS PUISI

Puisi merupakan bentuk ekspresi pemikiran yang membangkitkan perasaan dan merangsang imajinasi panca indera dalam susunan yang berirama. Hal itu merupakan sesuatu yang penting yang dapat diekspresikan dan dinyatakan dengan menarik dan memberi kesan.
Pembacaan puisi akan menarik bila pembaca puisi dapat memahami isi puisi, memiliki lafal yang jelas, menguasai pola tekanan dan intonasi pembacaan teks puisi, serta memiliki ekspresi dan gerak-gerik yang sesuai dengan isi puisi.
Dalam memahami puisi perlu memperhatikan lapis struktur puisi. Lapis struktur puisi meliputi struktur fisik dan struktur batin.
1.      Struktur fisik
Struktur fisik puisi terdiri dari :
a.       Diksi, yaitu pilihan kata yang tepat, padat dan kaya akan nuansa makna.
b.      Baris
Dalam puisi, baris sebagai pencipta efek artistik dan pembangkit makn.
c.       Enjambemen, yaitu peristiwa sambung menyambung dua larik sajak yang berurutan.
d.      Rima, yaitu pengulangan bunyi dalam puisi.
e.       Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam puisi adalah bahasa figuratif, yaitu bahasa yang digunakan penyair untuk menyatakan sesuatu secara tidak langsung dengan makna lambang.
f.       Tipografi, yaitu bentuk fisik puisi yang berupa penataan baris yang baik.

2.      Struktur batin
Adapun stuktur batin pusi terdiri dari :
a.       Sense, yaitu sesuatu yang diciptakan oleh penyair melalui puisinya
b.      Subject matter, yaitu pokok pikiran yang ditemukan penyair melalui puisinya
c.       Feeling/ perasaan, yaitu sikap penyair terhadap pembaca
d.      Tema, yaitu ide dasar puisi
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membaca puisi
1.      Intonasi yang tepat, meliputi :
a.       Tempo (Cepat lambatnya suara)
b.      Irama (keras lambatnya suara)
c.       Nada (tinggi rendahnya suara)
d.      Jeda (Perhentian sementara)
e.       Aksentuasi (tekanan suara)
f.       Kejelasan suara (volume suara)
2.      Ekspresi meliputi :
a.       Mimik (gerak wajah/ raut muka)
b.      Panto mimik (gerak-gerik tubuh)
3.      Penampilan
Agar dapat membaca puisi dapat diawali dengan membubuhkan tanda-tanda pembacaan. Tanda-tanda pembacaan berfungsi sebagai rambu-rambu pola intonasi, nada, tempo, dan irama pembacaan.
Rambu-rambu tersebut antara lain :
            //          :  berhenti (.)
/           :  berhenti sementara (,)
                        :  intonasi naik
                        :  intonasi turun
--          :  Pengucapan kata dengan memberikan tekanan tertentu
                        :   langsung pada baris berikutnya (enjambemen)
Contoh :
KEPAHITAN
Karya Elvira Haerani Yusuf

Ibu pertiwi
Terdengar suara rintihmu yang menoreh
Tubuhmu terkoyak oleh tetesan merah
Padam
Demi luka jiwa anakmu
Dia..........
Dia yang membuat ibu pertiwi menangis
Dia yang membuat ibu pertiwi kami menggelepar tiada bernyawa
Dia yang menaburkan sampah-sampah jahanam
Narkoba........
Apa salah dan dosa kami kepadamu
Apakah kami pernah mengusikmu
Dan apakah kami pernah menghancurkan kedamaianmu
Hentikanlah mengajak sukma kami
Hentikanlah membuat ibu pertiwi kami
Pergi, pergilah jauh dari secercah kesedihan kami
Ya tuhan
Nyalakanlah saklar lampu batin kami
Bantulah kami menyulam benang raga ibu kami
Agar kami dapat berdiri tegap kembali

Bahasa yang digunakan dalam pusi berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Puisi menggunakan bahsa yang ringkas namun kaya makna. Kata-kata yang digunakan dalam puisi adalah kata-kata konotatif yang mengandung banyak penafsiran dan pengertian.
Ciri-ciri puisi meliputi :
1.      Dalam puisi terdapat pemadatan segala unsur kekuatan bahasa
2.      Dalam penyusunannya unsur-unsur bahasa itu dirapihkan, diperbagus, dan diatur sebaik-baiknya dengan memperhatikan irama dan bunyi
3.      Puisi berisikan ungkapan pikiran dan perasaan penyaiar yang didasarkan oada pengalaman yang bersifat imajinatif
4.      Bahasa yang digunakan bersifat konotatif
5.      Puisi dibentuk oleh struktur fisik (tipografi, diksi, majas, irama, dan rima) serta struktur batin (tema, amanat, perasaan, nada, dan suasana puisi).
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis puisi :
1.      Puisi diciptakan dalam suasana perasaan yang intens yang menuntut pengucapan jiwa yang spotan dan padat. Dalam puisi seseorang berbicara dan mengungkapkan dirinya sendiri secara ekspresif.
2.      Penulisan puisi hendaknya didasarkan pada masalah atau berbagai hal yang menyentuh kesadaran penulis sendiri. Tema yang ditulis untuk puisi hendaknya berangkat dari inspirasi diri sendiri yang khas, sekecil dan sesederhana apa pun inspirasi itu.
3.      Memikirkan cara penyampaian ide atau perasaan dalam berpuisi, meliputi gaya bahasa atau majas.
Gaya bahasa adalah susunan perkataan yang terjadi karena perasaan yang timbul atau hidup dalam hati penulis dan mampu menimbulkan suatu perasaan tertentu dalam hati pembaca. Gaya bahasa membuat kalimat-kalimat dalam puisi menajdi hidup, bergerak dan merangsang pembaca untuk memberi reaksi tertentu dan berkontemplasi atas apa yang dikemukakan penyair.
Contoh :

POTRET TUKANG SAMPAH
Karya Eka Budinata

Dengan perut lapar dan harapan kosong
Aku menelanmu, Jakarta
Kukunyah-kunyah sebuah mikrolet tua
Onggokan sampah telah jadi menu utamaku
Roda gerobak adalah sendok dan garpu
Tuhan, jangan beri aku uang
Baunya lebih kecut dari pada sampahku
Mendingan dibayang-bayang pohon mangga
Aku menyiapkan cerita untuk anak cucu
Untukmu, Jakarta
Untuk pengemudi bajaj, penyalur genteng
Dan pedagang kaki lima
Jakarta, seribu tahun genap sudah
Engkau masih compang-camping
Luka-luka tangis bayi dan jerit wanita dimana-mana
Bianglala di atas perkampungan
Bikin cinta terbakar dalam perut lapar

LADANG JAMUR
Karya Esha Teguh Putra

Dibuang, aku jauh.....
Ladang kata, ladang makna, ladang segala adalah
Tampak tanah yang lebih hebat rebahnya dari pada
Ladang ? adalah tampak kayu lebih lekuk simpangnya
Dari pada ladang ? tapi yang menghujam
Dari pusaran angin limbubu juga ladang

“Baiklah jamur, tumbuhlah, logakmu ramah benalu
Rumpun yang tak pasti jadi dalam tidur para perupa lama
Dalam lempung yang dikirim bahasa kayu di tiap patahan menyiksa”

Yang bersonggok kepalanya itu, mak, menabuh daun bawang
Merebut tiap kelopak masam daun bersayap
Diantara parak yang menyiksa peristiwa senja yang amat dalam kenangannya.
Tapi aku beranjak, dari tingkatan bunyi sendok dan kuali kosong di tangga setengah padam
Tetaplah jamur yang didapat, dikelubik dari pahatan kayu ladang
Menggulainya seketika dingin turun dari ujung atap  rumah-resap ke kering badan

Tak mau lagi di buang, aku jauh.........
Sebab kumbang sering kali menikam padang
Di tiap susahnya perjumpaan ladang,
Itulah bahasa..............yang paling menyiksa
Tapi adalah tampak tanah yang lebih hebat rebahnya
Dari pada ladang-ladang ? adakah tampak
Kayu lebih lekuk simpangnya dari pada ladang ?

Kandang Padati 2008


DOSA PERTAMA YANG DILAKUKAN OLEH MAHLUK

Hadirin kaum muslimin rohimakumjulloh
Dalam menapakan langkah / menginjakkan langkah manusia dalam jalan ketaqwaan, memang sangat sulit banyak sekali godaan dan halangannya memang manusia bukan malaikat yang selalu sholeh dan selamanya taat kepada Alloh SWT. Sudah dalam fitrahnya manusia dalam hidupnya harus ada dalam medan ujian, yang akhirnya akan memetik hasil di dunia sekarang dan di yaumul akhir juga akan ke surga atau ke neraka. Itu semua tergantung pada kemampuan manusia menggunakan bekal hidup yang diberikan oleh Alloh yaitu akal, hati dan nafsu. Jika manusia menggunakan akal serta menerima ajaran agamanya, niscaya akan selamat hidupnya. Tapi sebaliknya, jika manusia dikuasai oleh nafsu godaan syetan, maka akhirnya manusia akan celaka dan sengsara, baik di dunia atau nanti di akhirat.
Contoh bukti dalam sejarah manusia dan mahluk, ada tiga dosa dasar yang dilakukan oleh mahluk Alloh SWT.
1.      Arogansi, takabur dan sombong
Dilakukan oleh iblis melainkan diperintahkan oleh Alloh SWT untuk hormat kepada Adam.
Alloh SWT berfirman :



“Dan Alloh menyuruh sujud kepada malaikat, bersujudlah kamu sekalian kepada adam, maka para malaikat sujud kecuali iblis, dirinya menolak dengan rasa sombong dan takabur, dirinya termasuk golongan orang kafir” (QS Al Baqoroh : 34)
Dalam contoh, iblis adalah mahluk Alloh yang sombong yang diciptakan dari api dibandingkan nabi Adam yang diciptakan dari tanah. Dimana dalam Al Qur’an dinyatakan oleh Alloh dalam surat Shad ayat 76 dan surat Al A’rof ayat 12



“Iblis ber bicara, kami lebih baik dari pada Adam, kami diciptakan dari api, sedangkan Adam diciptakan dari tanah”.
Sifat sombong dicontohkan oleh setan dan iblis, jadi di zaman sekarang dilanjutkan oleh manusia anak cucu Adam. Merasa dirinya kaya dan berpangkat, kepada manusia lain menghina tidak ada rasa hormat, rasa inilah yang diibaratkan oleh manusia, tidak tahu awalnya asal mula manusia, untuk kemana dan akan kembali ke mana, semuanya sama akan kembali ke tanah yang asalnya kita semua diciptakan oleh Allah SWT.
2.      Rasa Tamak dan Buruk Sangka
Kisah ini difirmankan oleh Alloh dalam surat Thoha ayat 120



“Dan setan berbisik kepada ada, hai Adam kenapa kamu mau diberitahu pada pohon khuldi yang akan memberikan kekuatan kepada kamu selamanya”.
Maka akibatnya, akibat rasa serakah Adam, sebagai manusia selanjutnya terkena bujukan setan untuk memakan buah khuldi itu. Akibatnya Adam dan istrinya Hawa diturunkan ke dunia untuk menjalankan kehidupan selanjutnya sampai akhir hayatnya. Sifat Adam sebagai dosa manusia yang pertama ini dilanjutkan pada zaman sekarang dilakukan oleh sebagian manusia, rasa serakah, buruk sangka dan sebagainya.
Adam harus turun ke adalam dunia, memang takdir Alloh untuk mengisi alam dunia ini. Tapi akibat rasa tanggung jawab Adam, adam merasa melakukan dosa, selanjutnya benar-benar bertobat dan diterima oleh Alloh SWT. Do’a adam diturunkan oleh Alloh dalam Al Qur’an surat Al A’rof ayat 23



“Adam dan Hawa berdo’a kepada Alloh yang agung saya sudah menyiksa diri, kalau kamu tidak memaafkan saya, dan tidak memberiku rahmat pasti saya termasuk orang-orang yang rugi”.
3.      Sifat Husud, Dengki ke sesama
Ini sifat pertama yang dilakukan oleh putra Adam as yaitu Qobil. Ini sifat dengki, hasud ditanamkan oleh iblis kepada Qobil supaya membunuh adiknya, yaitu Habil karena Qurban Habil diterima oleh Alloh SWT.
Dalam sejarah kehidupan Mahluk, peristiwa ini dipandang pembunuhan pertama yang dilakukan oleh mahluk Alloh SWT, di muka bumi ini. Perbuatan iri dengki, hasud dan pembunuhan di zaman sekarang sudah banyak terjadi di muka bumi, sebab manusia sudah jauh dari ajaran islam yang memang mengharamkan pembunuhan.
Maka jalan keluar dari sifat-sifat di atas maka manusia harus kembali kepada jalan Alloh, harus merasa berserah diri, serta tidak lupa seharusnya kita membaca taawudz niat meminta perlindungan dari Alloh SWT. Semoga dijauhkan dari segala godaan setan.

MENANGIS KARENA TAKUT KEPADA ALLOH

Hadirin Ahli Jum’at Rohimakumulloh
Umumnya manusia pernah mengalami menangis, paling tidak menangis pada waktu dilahirkan ke alam dunia.
Selain dari menangisnya bayi dilahirkan, adala lagi beberapa menangis diantaranyayaitu :
1.      Menangis karena mendapat kesusahan, sedih, sakit, dan sebagainya seperti mengis ditinggal mati oleh istri, suami ibu, bapak, dan anak menangis karena sedih berpisah dengan orang yang dicintai atau pura-pura sedih seperti menangisnya seorang nabi Yusuf as ketika berdatangan bisikan kepada bapaknya (nabi Yakub as) membicarakan Yusuf ditimbun oleh ajag. Padahal Yusuf oleh mereka dibuang ke sumur. Seperti yang menangis padahal hati mereka sangat bahagia.
2.      Menangis karena mendapat nikmat, menangis karena bahagia bertemu dengan anaknya yang sudah lama bertahun-tahun tidak bertemu, mendapat penghasilan besar yang tidak disangka-sangka atau jadi juara dipertandingan.
3.      Menangis karena ada yang ditakuti, seperti menangis sabil tersedu-sedu terkesima karena bertemu dengan harimau atau hewan buas lainnya. Lagi menyebrang ditengah sungai tiba-tiba muncul buaya besar, rumah kebakaran dan lainnya
Malah ada lagi menangis yang justru jadi pekerjaan seperti menangisnya para pemain cerita, menangis-menangis yang karena sebab model tadi tidak mutlak jadi kebagusan bagi agama terus menangisnya belum tentu jadi merubah sikap terhadap tingkatan ketaqwaan terhadap Alloh



“Banyak-banyak mata menangis padahal hatinya keras merasa aman dari siksaan Alloh”.
Hadirin Rohimakululloh
Takut kepada Alloh, takut kepada hantu, takud kepada siksaan Alloh, takut kepada ancaman terhadap orang-orang yang melanggar perintah-Nya, yang karena itu takut tersedu-sedu menangis sambil ingat terhadap segala dosa. Merasa penuh dan menyesal terhadap segala kesalahan yang tidak pantas sambil istigfar meminta dimaafkan kepada Alloh serta azam (janji) tidak sengaja dilakukan lagi itu kesalahan karena takut menadapat siksaan dari Alloh. Menangis yang karena mendapat manfaat dan pahala yang besar.
Terdapat di Abi Hurairah Rasululloh SAW bersabda : Tujuh golongan yang berjaga di hari kiamat dapat mendapat teduh-teduh perlindungan dari Alloh SWT diantanya yaitu


“Dan laki-laki yang dzikir (ingat) kepada Alloh sambil menyendiri (dikamar) serta kedua matanya mengeluarkan air mata karena takut kepada Alloh” (Nashoihul Ibad ayat 50)
Hadirin Rohimakumulloh
Tidak bisa menangis karena takut kepada Alloh kalau tidak timbul dari penuh pengakuan terhadap dosa, merasa seenaknya terhadap kewajiban, banyak melakukan kesalahan tidak patuh terhadap perintah, lupa terhadap hidup di hari esok, hidup saja memikirkan kehidupan dunia, tidak ingat kepada akhirat sampai terbayangkan hantu dan siksa Alloh kalau diri tidak dimaafkan, tidak kembali berfikir
Dibicarakan Sayidina Umar Bin Khotob ra, mempunyai buku catata yang didalamnya dicatat semua pekerjaan dia yang baik ataupun yang jelek, di setiap hari jum’at itu catatan diteliti sambil bersiap-siap membawa pecut kalau di dalam catatan itu terdapat catatan yang tidak baik menurut agama, ia langsung memukul sendirinya oleh pecut sambil berbicara kepada dirinya, “kenapa kamu Umar melakukan pekerjaan itu ?”. kalau ia mendengar ayat Al Qur’an tentang siksaan ia bakal ngeluh sambil berkata :


“Duh ! kalau saya tidak dilahirkan oleh ibu saya” (Dzurotun nashihin ayat 240)
Hadirin Rohimakumulloh
Jadi, menangis yang mengandung kebikan dan pahala yang besar yaitu menangis yang takut kepada Alloh. Menangis yang karena takut kepada Alloh barang mahal dan langka, belum tentu orang bodoh, orang pintar berilmu juga mempunyai takut kepada Alloh.
Oleh karena itu mudah-mudahan kita semua diberi hati rasa takut kepada Alloh untuk menunjang kebahagiaan di dunia maupun akhirat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar